Masjidil Haram
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Untuk kegunaan lain dari Haram, lihat Haram.| Masjidil Haram | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| مسجدالحرام | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Masjidil Haram dari Abraj Al Bait
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Informasi umum | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Letak | Mekkah, Arab Saudi[1] | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Koordinat geografi | 21,422°LU 39,826°BTKoordinat: 21,422°LU 39,826°BT | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Afiliasi agama | Islam | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Munisipalitas | Lingkungan Al-Haram | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Provinsi | Provinsi Makkah | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Negara | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Administrasi | Pemerintah Arab Saudi | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Kepemimpinan | Imam: Abdurrahman As-Sudais dan Lainnya |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Situs web | www |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Deskripsi arsitektur | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Jenis arsitektur | Masjid | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Didirikan | Zaman Pra-Islam | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Spesifikasi | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Kapasitas | 900,000 jama'ah (meningkat hingga 4,000,000 jama'ah saat musim Haji) | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Menara | 9 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Tinggi menara | 89 m (292 ft) | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Masjid ini juga merupakan Masjid terbesar di dunia, diikuti oleh Masjid Nabawi di Madinah al-Mukarramah sebagai masjid terbesar kedua di dunia serta merupakan dua masjid suci utama bagi umat Muslim.
Pengertian Masjidil Haram tidak hanya diartikan sebagai masjid di kota Mekkah saja para ulama berbeda pendapat mengenai hal ini ada yang mengatakan bahwa arti masjidil haram adalah semua tempat di kota Mekkah.[2]
Imam Besar masjid ini adalah Syaikh Abdurrahman As-Sudais seorang imam yang dikenal dalam membaca Al Qur'an dengan artikulasi yang jelas dan suara yang merdu dan Syaikh Shuraim.
Muadzin besar dan paling senior di Masjid Al-Haram adalah Ali Mulla yang suara azannya sangat terkenal di dunia Islam termasuk pada media internasional
Daftar isi
Sejarah
Pra-sejarah
Sejarah Masjidil Haram tidak lepas dari pembangunan Kakbah jauh sebelum Nabi Adam diciptakan. Setelah Nabi Adam dan Hawa turun ke bumi, mereka diperintahkan oleh Allah untuk membangun bangunan di sebuah lembah yang bernama Bakkah (saat ini menjadi bagian dari Kota Mekkah al-Mukarramah)[3]. Namun bangunan tersebut hancur akibat air bah pada masa Nabi Nuh. Selama beberapa abad kemudian, Allah memerintahkan kepada Nabi Ibrahim dan putranya, Nabi Isma'il untuk membangun sebuah bangunan di tengah perempatan kota Mekkah untuk dijadikan tempat beribadah[4] Mereka berdua lah yang pertama kali meletakkan Hajar Aswad dan Maqam Ibrahim di sekitar Kakbah.[5]Sejak pembangunan tersebut, Kakbah dan Masjidil Haram dijaga oleh para keturunan Isma'il.Masa Jahiliyah
Masjidil Haram menjadi pusat atau tujuan utama para peziarah, terutama Kakbah. Akibatnya Abrahah dari Yaman, merasa iri dan ingin menghancurkan Kakbah mereka membawa pasukan bergajah untuk menghancurkan Kakbah. [6] Namun ketika dalam perjalanan semua pasukan itu dilempari batu berapi dari neraka oleh burung-burung ababil[7], sehingga pasukan tersebut mati dalam keadaan tubuh yang rusak dan berlubang-lubang selayaknya daun-daun yang dimakan ulat.[8] Peristiwa itu terjadi pada tahun gajah, yakni tahun saat Nabi Muhammad dilahirkan, yaitu pada tahun 571 M.17 Tahun setelah percobaan penyerangan Kakbah, bangunan Kakbah hancur akibat banjir besar yang melanda kota Mekkah. Para petinggi Quraisy sepakat untuk menggunakan uang yang halal dalam pembangunan Kakbah, [9] akibatnya ukuran Kakbah menjadi lebih kecil dari ukuran sebelumnya sehingga Hijir Ismail tidak termasuk kedalam Kakbah. Pertikaian terjadi antara para petinggi Quraisy setelah masanya peletakkan batu Hajar Aswad. [10] Mereka berselisih tentang siapa yang berhak meletakkan batu itu. Hingga akhirnya datanglah Muhammad yang mengusulkan agar batu itu diletakkan di sebuah kain yang setiap ujungnya dipegang oleh masing-masinh ketua kabilah. Berkat peristiwa ini Muhammad digelari sebagai Al-amin.[11]
Masa Rasulullah
Lukisan ilustrasi Masjidil Haram saat masa Rasulullah
Di sela rumah-rumah tersebut teradapat lorong-lorong yang mengantar ke Kakbah, dinamakan dengan nama-nama kabilah-kabilah yang melaluinya atau yang berdekatan dengannya, diperkirakan luas Masjidil Haram pada masa Nabi Muhammad
Masa Kekhalifahan
Dari masa ke masa tempat thawaf diperluas berkali-kali, agar dapat mencukupi dengan bertambahnya jumlah orang-orang yang thawaf, maka dari itu pada tahun 17 H/638 M Umar bin Khatthab al Faruq membeli rumah-rumah yang menempel dengan Masjidil Haram dan menghacurkannya. serta memasukkan area tanahnya ke dalam Masjidil Haram, mengubininya dengan hamparan kerikil, kemudian dia membangun tembok mengelilingi masjid setinggi kurang satu depa (6 kaki), dan membuatkan beberapa pintu, dan lampu-lampu minyak penerang masjid diletakkan di dinding ini, diperkiran luas tambahan ini adalah 840m2. [14]Ini adalah perluasan pertama untuk Masjidil Haram. Pada tahun 26 H/646 M Khalifah Utsman bin Affan menjadikan bagi masjid koridor-koridor sebagai tempat berteduh untuk orang-orang, diperkirakan luas perluasan ini mencapai 2040 m2. Di tahun 65 H/ 684 M setelah Abdullah bin Zubair menyelesaikan pemugaran Ka'bah. dia memperluas Masjidil Haram dengan sangat besar, sehingga menuntut untuk memberikan atap di sebagian darinya, diperkirakan perluasan ini mencapai 4050 m2
Masa daulah Umayyah
Dan di tahun 91H/709 M,[15] Khalifah Kesultanan Umayyah Umawi Walid bin Abdul Malik [16]memerintahkan untuk perluasan Masjidil Haram, dan membangunnya dengan bangunan yang kokoh, [17] dan mendatangkan pilar-pilar marmer dari Mesir dan Syam, dan Ujungnya diberi lempengan emas, dan masjid diatapi dengan kayu sajj (semacam kayu jati) yang dihiasi. [18] [19]Dan dibuat untuknya beranda, di temboknya diberi lengkungan dan di alas lengkungannya di beri mosaik (kepingan batu), perluasaan ini adalah untuk bagian timur, [20] dsiperkirakan tambahan ini seluas 2300 m2[21]Masa daulah Abbasiyah
Pada tahun 137 H/754 M Khalifah Kekhalifahan Abbasiyah Abu Ja'far an-Nilansyur al-Abbasi memerintahkan untuk memugar Masjidil Haram dan memperluasnya serta menghiasinya dengan emas dan mosaik, [22] dan dia adalah orang pertama yang menutup Hijir Ismail dengan marmer, diperkirakan tambahan ini seluas 4700 m2. [23] Dan di tahun 160 H/776 M Khalifah al Mahdi memperluas Masjidil Haram dari arah timur, barat dan utara, dan tidak memperluas bagian selatan disebabkan adanya jalan untuk air bah Wadi Ibrahim, tambahan perluasan ini diperkirakan 7950m2. [24] Dan tatkala Khalifah al Mahdi menunaikan haji tahun 164 H/ 780 M dia memerintahkan agar jalan air bah wadi Ibrahim dipindah, dan memperluas bagian selatan sehingga Masjidil Haram menjadi segi empat, tambahan perluasan ini di perkirakan mencapai 2360 m2. [25]Pada di tahun 281 H/894 M Khalifah al-Mu'tadhid Billahi memasukkan Daar An-Nadwah ke dalam Masjidil Haram, rumah ini cukup luas terletak di arah utara masjid, memiliki halaman yang luas, dahulunya biasa disinggahi oleh para khalifah dan gubernur, kemudian ditinggalkan, maka dimasukkanlah ke dalam masjid, dibangun di atasnya menara. dan diramaikan dengan pilar-pilar dan kubah-kubah serta koridor-koridor, diatapi dengan kayu sajj yang dihiasi, tambahan ini diperkirakan seluas 1250 m2. [26] Dan di tahun 306 H/918 M [27] Khalifah al Muqtadir Billahi al Abbasi memerintahkan agar menambah pintu Ibrahim di arah barat masjid, dahulunya adalah halaman yang luas di antara dua rumah Siti Zubaidah, luasnya diperkirakan 850 m2.[28]
Masa Kekhalifahan Utsmaniyah
Masjidil Haram pada Masa Kekhalifahan Utsmaniyah
Perluasan di masa Saudi pertama
Masjidil Haram pada tahun 2009 pada masa Fahd bin Abdul Aziz
Masjidil Haram dilihat dari ketinggian 500 meter
Dan di tahun 1409 H atau 1989 M, Khadimul Haramain Raja Fahd bin Abdul Aziz memerintahkan untuk memperluas Masjidil Haram dari arah barat: dari pintu Umrah sampai ke pintu Abdul Aziz dari Arab Saudi dengan luas mencapai 76.000 m2, terbagi menjadi lantai dasar, basements dan lantai satu serta loteng (atap), tambahan ini dapat menampung sekitar 152.000 jemaah shalat, dan di atas kedua sisi pintu Utama perluasan (pintu Raja Fand) ditambahkan dua menara, sebagaimana didirikan 3 kubah baru yang berdampingan di atas loteng bangunan baru, dan didesain dengan AC central dibuat terminalnya di Ajyad, sebagaimana perluasan juga meliputi pembangunan halaman luar masjid dan pengubinannya dengan marmer putih, seperti halaman pintu Raja Fahd, pintu Raja Abdul Aziz, halaman Syamiah dan halaman yang terletak di timur tempat sa'i, luas halaman ini mencapai 85.000 m2 cukup untuk menampung 190.000 jemaah shalat, dengan itu luas global Masjidil Haram meliputi loteng dan halaman 356.000m2 cukup untuk menampung lebih dari satu juta jemaah shalat.
Pada tahun 1428 H Khadimul Haramain Raja Abdullah bin Abdul Aziz hafidhahullah, memerintahkan untuk memugar bangunan tempat sa'i dan memperluasnya ke arah timur 20 meter, dengan tambahan lantai tiga, maka lebarnya menjadi 40 meter, dan luasnya secara keseluruhan 72.000 m2 setelah sebelumnya 29.400 m2, dan direhab pembangunan tempat sa'i area Shofa dan Marwah dengan kubah-kubah baru dan menara, maka dibangun 4 eskalator baru di arah Marwa digunakan untuk mengkosongkan tempat sa'i dari jema'ah, dan di lantai satu dan dua dibuat jalan khusus untuk orang-orang sakit dan manula, maka luas bangunan ini secara menyeluruh, mencakup semua lantai di tempat sa'i dan tempat-tempat pelayaanan sekitar 125.000m2.
Dan di tahun 1429 H Khadimul Haramain Raja Abdullah memerintahkan untuk memperluas halaman-halaman bagian utara Masjidil Haram dengan kedalaman 380m kira-kira, membangun terowongan untuk pejalan kaki dan pusat pelayanan dengan luas 300 ribu meter persegi, diperkirakan dapat menampung sampai 250 jemaah salat.[30]
Pendudukan Masjidil Haram 197
Kecelakaan derek 2015
Pada 11 September 2015, 111 orang meninggal dunia dan 394 lainnya terluka akibat crane yang jatuh ke dalam Masjid.[31][32][33][34][35][36]Kepentingan dalam agama Islam
Kiblat
adalah kata Arab yang merujuk arah yang dituju saat seorang Muslim mendirikan salat.Menurut Ibnu Katsir,[37] Rasulullah SAW dan para sahabat salat dengan menghadap Baitul Maqdis. Namun, Rasulullah lebih suka salat menghadap kiblatnya Nabi Ibrahim, yaitu Ka'bah. Oleh karena itu dia sering salat di antara dua sudut Ka'bah sehingga Ka'bah berada di antara diri dia dan Baitul Maqdis. Dengan demikian dia salat sekaligus menghadap Ka'bah dan Baitul Maqdis.
Haji
Haji adalah rukun Islam yang kelima setelah syahadat, salat, zakat dan puasa. Menunaikan ibadah haji adalah bentuk ritual tahunan yang dilaksanakan kaum muslim sedunia yang mampu dengan berkunjung dan melaksanakan beberapa kegiatan di beberapa tempat di Arab Saudi pada suatu waktu yang dikenal sebagai musim haji (bulan Zulhijah).Arsitektur
Pintu
Masjidil Haram memiliki beberapa pintu atau gerbang, dengan di kelompokkan menjadi pintu terdahulu dan pintu-pintu baru.
Pintu Shafa pada tahun 1325 H
- Lima pintu terdahulu Masjidil Haram
- Pintu Raja Abdul Aziz, nomor (1) di bagian barat. [38]
- Pintu Shofa, nomor (11) di tempat sa'i.[39]
- Pintu Al-Fath nomor (45) di bagian selatan.[40]
- Pintu Umrah, nomor (62) di bagian selatan.[41]
- Pintu Raja Fahd, nomor (79) di bagian barat[42]
- Pintu lainnya
- Sekitar Pintu Raja Fahd (64, 70, 72, 74)
- Di bagian timur (Pintu As-Salam, Pintu Ali, Pintu Marwah).
- Di bagian selatan (pintu Hudaybiyah, pintu Madinah, Pintu Al-Quds.)
Menara
Menara-menara terdapat pada beberapa bagian atas dari pintu-pintu Masjidil Haram. Seperti halnya pintu Masjidil Haram, menara juga di kelompokkan kedalam menara terdahulu dan menara baru.
Salah satu menara Masjidil Haram
Bagian atas salah satu menara Masjidil Haram
Menara-menara terdahulu
- Menara diatas pintu Raja Abdul Aziz.[43]
- Menara diatas pintu Raja Fahd.[44]
- Menara diatas pintu Umrah.
- Menara diatas pintu Al-Fath.
- Menara diatas pintu Ash-Shofa.
Menara-menara baru
- Menara di atas pintu Raja Abdullah. [45]
- Menara di bagian tenggara.
- Menara di bagian barat laut.
Bangunan dan struktur utama
Kakbah
Kakbah, sebuah bangunan yang terletak di tengah Masjidil Haram
Hajar Aswad
Orang-orang berebut mencium Hajar Aswad.
Maqam Ibrahim
7. Maqam Ibrahim
Jejak kaki Nabi Ibrahim, yakni yanh disebut sebagai Maqam Ibrahim
Shofa dan Marwah
Gunung Shofa
Gunung Marwah
Hijr Isma'il
Hijir Ismail pada musim haji.
Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail telah membangun Ka’bah secara sempurna termasuk di dalamnya Hijir ini. Kemudian dinding Ka’bah sempat roboh akibat bekas kebakaran dan banjir yang menerjangnya. Kemudian pada tahun 606 M,kaum Quraisy merobohkan sisa dinding Ka’bah lalu merenovasi kembali. Akan tetapi, karena kekurang dana yang halal untuk menyempurnakan pembangunan sesuai pondasi yang dibangun Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail, akhirnya mereka mengeluarkan bagian bangunan Hijir dan sebagai gantinya mereka membangun dinding pendek, sebagai tanda bahwa ia termasuk di dalam Ka’bah. Hal ini dilakukan karena mereka telah memberikan syarat pada diri mereka sendiri untuk tidak akan menggunakan dana untuk pembangunan Ka'bah kecuali dari dana yang halal. Mereka tidak menerima biaya dari hasil pelacuran, tidak juga jual beli riba dan tidak juga dana dari menzalimi seseorang.[55]
Sumur Zam-zam
Para Jamaah Haji sedang meminum air Zamzam
Dari mata air ini terdapat beberapa celah, di antaranya ada celah ke arah Hajar Aswad dengan panjang 75 cm, dengan tinggi 30 cm yang juga menghasilkan air sangat banyak. Beberapa celah mengarah kepada Shafa dan Marwa,[57] serta ada yang mengarah pula ke arah pengeras suara dengan panjang 70 cm dan tinggi 30 cm.[56]
Dahulu, di atas sumur Zamzam ada bangunan dengan luas 8 m × 10,7 m = 88.8 m2. Tapi bangunan ini ditiadakan untuk meluaskan tempat tawaf, sehingga ruang minumnya dipindahkan ke ruang bawah tanah di bawah tempat tawaf, dengan 23 anak tangga yang dilengkapi penyejuk udara. [58] Tempat masuk ruang minumnya terpisah antara laki-laki dan perempuan. Di situ, terdapat 350 keran air minum, yaitu 220 ada di sisi ruang laki-laki dan 130 di sisi ruang perempuan. Sumur Zamzam yang telah dipagari dengan kaca tebal itu dapat dilihat dari ruangan laki-laki .[57]
Administrasi
Imam
Imam di Masjidil Haram adalah Imam atau orang yang memimpin salat berjamaah di Masjidil Haram.Mantan Imam
- Abdullah al-Khulaifi (عبد الله الخليفي), meninggal pada 18 Agustus 1993
- Ahmad Khatib Al-Minangkabawi, dari Indonesia.
- Ali Abdullah al-Jabir (على بن عبد الله جابر)
- Umar as-Sabil (عمر السبيل)
- Muhammad bin Abdullah as-Sabil (محمد السبيل), meninggal pada tahun 2013.
- Abdullah al-Harazi (عبدالله الحرازي)
- Ali bin Abdurrahman al-Hudzaifi (على بن عبدالرحمن الحذيفي)
- Shalah al-Budair (صلح البدير)
Imam saat ini
Abdurrahman As-Sudais, Imam Masjidil Haram saat ini
- Sheikh Dr. Abdurrahman as-Sudais (Bahasa Arab:عبد الرحمن السديس). Kepala Imam Masjid Al Haram.
- Sheikh Dr. Saud asy-Syuraim (Bahasa Arab:سعود بن إبراهيم الشريم)- Hakim pada Mahkamah tinggi di Makkah ; Wakil dari kepala Imam Masjidil Haram.
- Sheikh Abdullah Awad Al Juhany (Bahasa Arab:عبدالله عواد الجهني) (Sejak tahun 2005 mulai memimpin salat tarawih di Masjidil Haram, dan diangkat menjadi imam Masjidil Haram secara penuh pada Juli 2007. Sebelumnya beliau menjadi imam di Masjid Nabawi Madinah).
- Sheikh Maher Al Mueaqly (Bahasa Arab:ماهر المعيقلي) Mulai diangkat menjadi imam pada tahun 2007 (Sebelumnya beliau memimpin salat tarawih di Masjid Nabawi Madinah pada bulan Ramadhan 2005 dan 2006).
- Sheikh Khaled Al Ghamdi (Bahasa Arab:خالد الغامدي) (Diangkat setelah pelaksanaan ibadah haji pada tahun 2008).
- Sheikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Hamid (Bahasa Arab:صالح بن حميد)-Pimpinan Majlis al Shura Saudi Arabia.
- Sheikh Dr. Usamah Khayyath (Bahasa Arab:أسامة بن عبدالله خياط).
- Sheikh Dr.Shalih Alu Thalib (Bahasa Arab:صالح ال طالب) (Hakim pada Mahkamah tinggi di Makkah) diangkat pada tahun 2003.
- Sheikh Faisal Ghazawi (Bahasa Arab:فيصل غزاوي) (Diangkat setelah pelaksanaan ibadah haji pada tahun 2008).
- Sheikh Bandar bin Abdul Aziz Balilah
Muadzin
Muadzin Masjidil Haram adalah para Muadzin atau orang-orang yang mengumandangkan adzan di Masjidil Haram.Mantan Muadzin
- Al-Bazzi, meninggal pada tahun 864CE.[59]
- Ahmad Mohammad Al al-Abbas (أحمد بن محمد بن أمين آل العباس), meninggal pada tahun 1924
- Mohammed Hassan Al al-Abbas (محمد حسن بن أحمد آل العباس), meninggal pada tahun 1971
- Abdulaziz Asad Reyes (عبد العزيز أسعد ريس), meninggal pada tahun 2011
- AbdulHafith Khoj (عبد الحفيظ خوج)
- AbdulRahman Shaker (عبد الرحمن شاكر)
- Ahmad Shahhat (أحمد شحات)
- Hassan Zabidi (حسان زبيدي)
- Muhammad Siraaj Ma'roof meninggal pada 25/12/15 1437
Muadzin saat ini
- Ali Ahmed Mullah
- Essam bin Ali Khan
- Nayef bin Saalih Faydah
- Ahmed bin Abdullah Basnawy
- Farooq Abdul Rahmaan Hadrawi
- Tawfiq Abdul Hafidh Khoj
- Ahmad Ali Nuhaas
- Maajid bin Ibrahim al Abbas
- Ahmad Yunis Khoja
- Muhammad bin Ali Shaakir
- Sa'eed bin Umar Fallatah
- Muhammad bin Ahmad Maghribi
- Ham'd bin Ahmad Daghreeree
- Hashim bin Muhammad Sagaaf
- Hussayn ibn Hassan Shahaat
- Imaad bin Isma'eel Baqree
- Salaah bin Idris Fallatah
- Suhail Abdul Malik Haafidh
- Sami Abdul Rahmaan Ra'ees
- Muhammad bin Ahmad Bas'ad
- Abdullah bin Faisal Khokir
Keutamaan dan hukum
Keutamaan
Bagi umat Muslim, Masjidil Haram memiliki beberapa keutamaan yang membuatnya menjadi sebuah masjid paling penting dalam agama Islam, yaitu:[60]- Merupakan tempat pertama yang digunakan untuk beribadah di muka bumi [61]
- Merupakan tempat atau lokasi kunjungan paling utama dalam ibadah Haji dan Umrah[62]
- Sebelumnya umat Muslim pernah mengarahkan kiblatnya ke Baitul Muqaddis ke Masjidil Haram[63][64]Seluruh umat Islam diperintah untuk memalingkan wajahnya/hatinya kearah masjidil haram di manapun berada, hal ini di perkuat dengan Surah Al-Baqarah ayat 149 dan 150. perintah ini hampir sama derajatnya dengan perintah Allah yang lain seperti hal melakukan salat, zakat, puasa, haji sebagai wujud hati yang terikat dan ingat kepada Allah dalam segala hal duniawi ini.[65][66]
- Merupakan masjid yang dibangun paling awal di muka bumi[67]
- Merupakan masjid paling utama diantara tiga masjid, yakni Masjid Nabawi, Masjid al-Aqsa serta Masjidil Haram itu sendiri.[68]
- Melaksanakan salat di Masjidil Haram akan mendapatkan seratus ribu kali lipat kebaikan dibanding melaksanakan salat di masjid lain, kecuali Masjid Nabawi dan Masjidil Aqsha. Satu kali salat di Masjid Nabawi sama dengan 1.000 kali salat di masjid-masjid lain, kecuali Masjidil Haram dan Masjidil Aqsha. Adapun satu kali salat di Masjidil Aqsha sama dengan 250 kali salat di masjid-masjid lain, kecuali Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.[69]
- Satu-satunya masjid yang diberikan jaminan keamanan oleh Allah, siapapun yang memasuki masjid akan merasa selamat dan aman.[70]
- Merupakan tanah atau tempat di bumi yang dicintai Allah.[71]
- Tidak dapat dimasuki oleh Dajjal atau Al-Masih palsu, karena dijaga oleh ribuan Malaikat.[72][73]
- Tempat yang diselamatkan saat pasukan bergajah menghadang yang akan menghancurkan Kakbah dan Masjidil Haram. [74]
Hukum
- Mekkah merupakan yang tidak diizinkan dimasuki oleh penduduk selain Muslim, terutama Masjidil Haram karena menurut Al-Qur’an, orang musrik adalah najis sehingga tidak diizinkan dimasuki kota Mekkah. 8:28[75][76]
- Tidak diizinkan membunuh atau berperang, kecuali memerangi di wilayah Masjidil Haram.[77]
- Tidak diperbolehkan memotong tumbuhan yang ada di kota Mekkah, utamanya di sekitaran Masjidil Haram. [78]
Kontroversi
Perkembangan dan perluasan Masjidil Haram menyebabkan beberapa situs-situs penting agama Islam hilang dan dihancurkan,[79] seperti situs-situs berikut:[80][81]- Bayt Al-Mawlid, rumah tempat Nabi Muhammad lahir, dihancurkan dan dijadikan sebuah perpustakaan.
- Dar Al-Arqam, sekolah Islam pertama di dunia pada masa kenabian Nabi Muhammad diratakan.
- Rumah Abu Jahal dihancurkan dan dijadikan tempat pencucian umum.
- Kubah yang dijadikan kanopi diatas sumur Zamzam dihancurkan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar